ekciznarciz

RENCANA PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Sekolah                                               : SMP NEGERI 1 MAJU JAYA

Mata Pelajaran                                    : IPS – EKONOMI

Kelas / Semester                                  : IX / Ganjil

A. Standar Kompetensi                    : Memahami lembaga keuangan dan perdagangan

B. Kompetensi Dasar                        : Mendiskripsikan uang dan lembaga keuangan

C. Alokasi Waktu                              : 8 jam pelajaran ( 4 x 40 menit )

D. Tujuan Pembelajaran      :

Setelah mempelajari materi siswa diharapkan mampu :

1. Mendiskripsikan sejarah terjadinya uang dan pengertian uang

2. Mengidentifikasi syarat suatu benda dapat dijadikan uang

3. Mendiskripsikan fungsi uang

4. Mengidentifikasi jenis jenis uang

5. Mendiskripsikan nilai uang

6. Menjelaskan pengertian Bank

7. Mengidentifikasi azas, prinsip, fungsi dan tujuan pokok bank

8. Mendiskripsikan jenis jenis Bank dan tugas pokok Bank

9. Mengidentifikasi produk produk Bank

10. Mengidentifikasi manfaat lembaga keuangan bukan bank

D. Materi Pembelajaran       :

1. Sejarah Uang Dan Pengertian Uang

Masyarakat yang masih primitive dan sangat sederhana hidupnya dalam memenuhi kebutuhan dengan cara memanfaatkan barang yang ada disekitarnya , hidupnya juga masih berkelompok dan berpindah pindah , tetapi mulai bergeser cara hidupnya ke kegiatan produksi .Semula hanya  berproduksi untuk memenuhi kebutuhannya tetapi kemudian bergeser untuk memenuhi kebutuhan orang lain juga, akhirnya terjadi perdagangan dengan cara tukar menukar atau barter .Seiring dengan perkembangan peradaban manusia , barter atau pertukaran barang semakin sulit , akhirnya manusia mencari jalan atau cara yang mudah , yaitu mulai menggunakan uang barang. Hal ini juga sulit , maka manusia kemudian menetapkan bnda yang dapat digunakan sebagai perantara tukar menukar yaitu logam yang berbentuk emas atau perak.

Perkembangan ekonomo semakin komplek maka di masyarakat lama lama beredar kertas sebagai bukti penyimpanan emas dan perak.Akhirnya beredar uang kertas dan loga yang dikeluarkan oleh Bank Indonsia.

Pengertian uang : Suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat  untuk mengukur, menukar dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa.

2. Syarat-syarat benda yang dijadikan uang

a. Disukai dan diterima umum

b. Mudah disimpan

c. Mudah di bawa

d. mudah dibagi tanpa mengurangi nilai

      3. Fungsi uang

            a. Fungsi asli

- Uang sebagi alat ukur

- Uang sebagai satuan hitung

b. Fungsi turunan

- Sebagai alat pembayaran

- Sebagai alat menabung

- Sebagai pemindah kekayaan

- Sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi

      4. Jenis Jenis Uang

a.  Uang kartal : Uang kertas dan Uang logam

b. Uang giral   :  Cek, Giro , Kartu debit, Kartu kredit

           

      5. Nilai uang

Adalah kemampuan uang untuk dapat ditukar dengan sejumlah barang tertentu.

Nilai uang ada 3 yaitu ; Nilai nominal, Nilai Instinsik dan Nilai Rill

 

6. Pengertian Bank

Adalah badan hukum yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk  simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak .

7. Azas, Prinsip, Fungsi dan tujuan Perbankan di Indonesia

- Perbankan di Indonesia berasas demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip ke hati hatian

  • Menurut pasal 3 UU No .7 Tahun 1992

Fungsi Perbankan di Indonesia adalah sebagai penghimpun dan sebagai penyalur dana masyarakat “

  • Menurut pasal 4 UU No7. 1992

Perbankan Indonesia bertujuan menunjang Pembangunan Nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekinomi dan stabilitas ekonomi kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak “

8. Jenis- jenis Bank : Bank Sentral, Bank Umum dan BPR

9. Pengertian Lembaga Keungan bukan Bank

Adalah semua lembaga / badan yang melakukan  kegiatan dalam rangka keuangan yang secara langsung ataupun tidak langsung menghimpun dana dengan cara mengeluarkan surat surat bahaya kemudian menyalurkan kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan – perusahaan

10. Lembaga – lembaga Keuangan Bukan Bank antara lain :

Asuransi , Koperasi Simpan Pinjam , Pegadaian, Yayasan dan Perusahaan sewa guna

 

E. Metode Pengajaran          :

  1. Ceramah bervariasi
  2. Diskusi
  3. Tanya Jawab
  4. Penugasan

F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran      :

Pertemuan I

Materi              :

-  Sejarah terjadinya uang dan pengertian uang

-  Syarat syarat suatu benda dapat di jadikan uang

-  Fungsi uang .

a. Pendahuluan         :

  1. Apersepsi :

Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan kelas.

Dengan apakah kamu membeli makanan dan minuman di kantin sekolah

  1. Motivasi : dengan mengajukan pertanyaan misal :

- Sebelum ada uang bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya

b. Kegiatan Inti.

Guru memandu siswa untuk melaksanakan diskusi

  1. Masing – masing kelompok berdiskusi, guru membimbing dan mengadakan pe-nilaian .
  2. Guru meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok lain  Menanggapi .

c. Penutup

  1. Membuat kesimpulan bersama-sama dari hasil diskusi.
  2. Memberikan refleksi dengan memberi tanggapan.
  3. Memberikan tugas individu pada siswa untuk mengerjakan latihan soal yang sudah yang disiapkan guru.

Pertemuan II

Materi :

-       Jenis – jenis uang

-       Nilai uang

-       Nilai mata uang asing

a. Pendahuluan

Memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas

Motivasi :

Dengan mengajukan pertanyaan misal  :

  • Untuk melakukan pembayaran selain menggunakan uang kertas dengan  uang logam , juga bisa menggunakan apa ?

Apersepsi : Mengenal cek

b. Kegiatan inti

  • Guru memandu siswa untuk melaksanakan diskusi.
  • Masing – masing kelompok berdiskusi, guru membimbing dan mengadakan penilaian
  • Siswa berdiskusi materi : Jenis jenis uang, Nilai uang , Nilai mata uang.
  • Guru meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok lain  Menanggapi .

c. Penutup

1.Membuat kesimpulan bersama-sama dari hasil diskusi.

2.Memberikan refleksi dengan memberi tanggapan.

3.Memberikan tugas individu pada siswa untuk mengerjakan latihan soal yang sudah yang disiapkan guru.

Pertemuan III

Materi :

-       Pengertian Bank

-       Azas, prinsip, fungsi dan tujuan Bank

-       Jenis Bank

`           a.Pendahuluan

  1. Memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
  2. Motivasi : Apakah kalian sudah pernah pergi ke bank ?
  3. Apersepsi : Siapakah diantara kalian yang pernah menabung di bank

b.Kegiatan inti

  • Guru memandu siswa untuk melaksanakan diskusi mengenai :
    • Pengertian Bank
    • Azas, prinsip, fungsi dan tujuan Bank
    • Jenis Bank
    • Guru meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi .

c. Penutup

1. Membuat Kesimpulan bersama sama dari hasil diskusi

2. Melakukan tes / pertanyaan yang berhubungan dengan materi diatas

3. Membrikan tugas individu

Pertemuan IV

Materi :

-       Pengertian lembaga keuangan bukan bank

-       Fungsi dan manfaat lembaga keungan bukan bank

-       Contoh lembaga keuangan bukan bank

  1. a.      Pendahuluan
    1. Memeriksa kehadiran siswa dan kebersihan kelas
    2. Motivasi : Apakah kalian sudah pernah pergi ke koperasi sekolah atau koperasi desa.
    3. Apersepsi : Siapakah diantara kalian yang pernah menabung di bank

b. Kegiatan inti

Guru memandu siswa untuk melaksanakan diskusi

    1. - Lembaga keuangan bukan bank
    2. - Jenis dan manfaat bukan bank

Guru meminta kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain  Menanggapi

c. Penutup

1. Membuat Kesimpulan bersama sama dari hasil diskusi

2. Melakukan tes / pertanyaan yang berhubungan dengan materi diatas

3. Membrikan tugas individu

G. Sumber Belajar

1. Buku IPS Kelas IX

2. Materi dari Internet

3. Guru IPS

H. Penilaian Hasil Belajar    :

No

Indikator

Penilaian

Instrumen

Teknik

Bentuk Instrumen

1. Mengidentifikasi sejarah terjadinya uang dan pengertian uang Tes Tulis Tes Uraian Jelaskan secara singkat tentang sejarah terjadinya uang
2. Mengidentifikasi syarat syarat suatu benda dapat dijadikan uang Tes Tulis Tes  Uraian Syarat benda dapat di jadikan uang adalah :
3. Mendiskripsikan fungsi uang Tes Tulis Tes Uraian Sebutkan fungsi uang
4. Mengidentifikasi jenis jenis uang. Tes Tulis Tes Uraian Apa perbedaan uang kartal dan uang giral
5. Mendiskripsikan nilai uang. Tes Tulis Tes Uraian Sebutkan nilai uang!
6. Menjelaskan pengertian Bank Tes Tulis Tes Uraian Jelaskan pengertian bank
7. Mendiskripsikan Lembaga keuangan bukan bank Tes Tulis Tes Uraian Apakah Lembaga keuangan bukan Bank

 

1. Pedoman Penilaian

No

Soal

Bobot/ Skor

1.

Jelaskan sejarah terjadinya uang dan pengertian uang

20

2.

Syarat benda dapat di jadikan uang adalah

10

3.

Sebutkan fungsi uang

20

4.

Apa perbedaan uang kartal dan uang giral

10

5.

Sebutkan nilai uang

10

6.

Jelaskan pengertian bank

20

7.

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank!

10

JUMLAH

100

 

 

Kunci Jawaban  :

1. Sejarah Uang Dan Pengertian Uang

Masyarakat yang masih primitive dan sangat sederhana hidupnya dalam memenuhi kebutuhan dengan cara memanfaatkan barang yang ada disekitarnya , hidupnya juga masih berkelompok dan berpindah pindah , tetapi mulai bergeser cara hidupnya ke kegiatan produksi .Semula hanya  berproduksi untuk memenuhi kebutuhannya tetapi kemudian bergeser untuk memenuhi kebutuhan orang lain juga, akhirnya terjadi perdagangan dengan cara tukar menukar atau barter .Seiring dengan perkembangan peradaban manusia , barter atau pertukaran barang semakin sulit , akhirnya manusia mencari jalan atau cara yang mudah , yaitu mulai menggunakan uang barang. Hal ini juga sulit , maka manusia kemudian menetapkan bnda yang dapat digunakan sebagai perantara tukar menukar yaitu logam yang berbentuk emas atau perak.

Perkembangan ekonomo semakin komplek maka di masyarakat lama lama beredar kertas sebagai bukti penyimpanan emas dan perak.Akhirnya beredar uang kertas dan loga yang dikeluarkan oleh Bank Indonsia.

2. Syarat-syarat benda yang dijadikan uang

a. Disukai dan diterima umum

b. Mudah disimpan

c. Mudah di bawa

d. mudah dibagi tanpa mengurangi nilai

3. Fungsi uang

            a. Fungsi asli

- Uang sebagi alat ukur

- Uang sebagai satuan hitung

b. Fungsi turunan

- Sebagai alat pembayaran

- Sebagai alat menabung

- Sebagai pemindah kekayaan

- Sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi

4. Pengertian Uang kartal dan Uang Giral

  • Uang Kartal yaitu alat pembayaran yang sah yang dikeluarkan dan di edarkan oleh Bank central.
  • Uang giral yaitu pembayaran berupa bilyet giro, cek dan pemindahan telegrafis

5. Nilai uang

Adalah kemampuan uang untuk dapat ditukar dengan sejumlah barang tertentu

Nilai uang ada 3 yaitu ; Nilai nominal, Nilai Instinsik dan Nilai Rill

 

6. Pengertian Bank

Adalah badan hukum yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk  simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak

7. Pengertian Lembaga Keuangan bukan Bank

Adalah semua lembaga / badan yang melakukan  kegiatan dalam rangka keuangan yang secara langsung ataupun tidak langsung menghimpun dana dengan cara mengeluarkan surat surat bahaya kemudian menyalurkan kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan – perusahaan

Jumlah skor 100

Nilai =  

Lembar Penilaian Proses (diskusi)

No

Nama Siswa

Aspek yang dinilai dan rentang nilai

Jumlah Skor

Nilai

1

2

3

4

4

4

4

4

12dst

Aspek diskusi yang dinilai :                                                    Skor Maksimal

1. Keaktifan dalam kelompok                                                  4

2. Keberanian menyampaikan pendapat                                  4

3. Kebenaran dalam menjawab                                                4

4. Menghargai pendapat                                                          4

Sukoharjo, 14 April 2011

Mengetahui,

Kepala Sekolah                                                                   Guru Mata Pelajaran

IPS-Ekonomi

     Drs. Sutomo                                                                       Ekciz Narciz   .

NIP. 123789456                                                                 NIP. 456123789

  • CLASSROOM ASSESMENT

Menurut Angelo (1991: 17) Classroom Assessment is a simple method faculty can use to collect feedback, early and often, on how well their students are learning what they are being taught. (Penilaian Kelas adalah suatu metode yang sederhana dapat menggunakan fakultas (sekolah) untuk mengumpulkan umpan balik, awal dan setelahnya, pada seberapa baik para siswa mereka belajar apa yang mereka ajarkan.

  • LOOKING GLASS SELF

Looking Glass Self, adalah cermin-cermin sosial yang akan mengendalikan interaksi-interaksi sosial kita.

Dalam interaksionisme simbolik, apa yang kita lakukan sebetulnya merupakan respon yang terjadi melalui suatu proses pemberian makna. Simbol yang terjadi karena seseorang membuat simbol tersebut dan orang lain memaknai simbol-simbol tersebut.

Misalnya : seseorang yang menerima tamu dengan hanya memakai sarung (sarungan) disimbolkan oleh si tamu bahwa tuan rumah tidak menghargai tamu tersebut.

Contoh lain : banser NU dengan mempergunakan atribut-atribut militer (baju loreng, sepatu lars, pisau belati) maka akan terjadi pemaknaan simbol-simbol yang bermacam-macam di masyarakat, sehingga pada contoh-contoh tersebut akan terjadi proses peresponan terlebih dulu terhadap simbol-simbol yang dipergunakan tuan rumah atau banser tersebut.

  •  METODE FISHBOWL

Metode Fishbowl adalah salah satu metode yang menerapkan pembelajaran kooperatif. Metode ini merupakan suatu metode kerja kelompok yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok dalam dan kelompok luar. Kelompok dalam bertugas membahas tema atau tugas yang diberikan, sedangkan kelompok luar adalah memberikan pertanyaan dan sanggahan kepada kelompok dalam.

kelompok dalam lebih kecil dibandingkan dengan lingkaran kelompok luar. Kelompok dalam biasa disebut sebagai kelompok bicara. Semua orang yang duduk di kelompok dalam boleh berbicara suka-suka sesuai dengan pertanyaan diskusi. Pertanyaan diskusi diawali oleh fasilitator dan selanjutnya bisa berkembang sesuai dengan minat peserta. Biasa fasilitator hanya menyampaikan pertanyaan terbuka yang sederhana.

Kelompok luar biasanya disebut kelompok pendengar. Mereka hanya boleh mendengar dengan aktif. Sama sekali dilaran bicara.

  • CURAH PENDAPAT (BRAINSTORMING)

Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mind-map) untuk menjadi pembelajaran bersama.

  • BERMAIN PERAN (ROLE PLAY)

Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’ peran- peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap . Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.

  • DEMONSTRASI

Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah; dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses.Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. Sebagai hasil, peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan, dan merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan.

  • PERMAINAN (GAMES)

Permainan (games), populer dengan berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Arti harfiah ice-breaker adalah ‘pemecah es’. Jadi, arti pemanasan dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme. Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai (sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar). Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat.Sebaiknya permainan digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan. Permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu ‘aksi’ atau kejadian yang dialami sendiri oleh peserta, kemudian ditarik dalam proses refleksi untuk menjadi hikmah yang mendalam (prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran). Wilayah perubahan yang dipengaruhi adalah rana sikap-nilai.

  •  SIMULASI

Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilan mental maupun fisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan, seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).Contoh lainnya, dalam sebuah pelatihan fasilitasi, seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam keseharian peserta (ibu tani, bapak tani, pengurus kelompok, dsb.). Dalam contoh yang kedua, metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya.

  •  DISKUSI UMUM

Metode ini bertujuan untuk tukar menukar gagasan, pemikiran, informasi/pengalaman diantara peserta, sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan, kesimpulan). Untuk mencapai kesepakatan tersebut, para peserta dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan peserta lainnya. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai hasil diskusi. Diskusi biasanya digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan berbagai metode lainnya, seperti: penjelasan (ceramah), curah pendapat, diskusi kelompok, permainan, dan lain-lain.

  • CERAMAH (CERAMAH)

Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat, disko, pleno, penugasan, studi kasus, dll). Selain itu, ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman peserta. Media pendukung yang digunakan, seperti bahan serahan (handouts), transparansi yang ditayangkan dengan OHP, bahan presentasi yang ditayangkan dengan LCD, tulisan-tulisan di kartu metaplan dan/kertas plano, dan sebagainya.

  • FEEDBACK PARTNER (UMPAN BALIK)

Umpan balik mempunyai peraan yang penting, baik bagi siswa maupun bagi guru. Pengertian umpan balik dalam kajian ini adalah pemberian informasi mengenai benar atau tidaknya jawaban siswa atas soal/pertanyaan yang diberikan, disertai dengan informasi tambahan berupa penjelasan letak kesalahan atau pemberian motivasi verbal/tertulis. Melalui umpan balik ini, seorang siswa dapat mengetahui sejauh mana bahan yang telah diajarkan dapat dikuasainya. Dengan umpan balik itu pula siswa dapat mengoresi kemampuan diri sendiri, atau dengan kata lain sebagai sarana korektif terhadap kemajuan belajar siswa itu sendiri.

Sedangkan bagi guru, dengan umpan balik ia dapat mengetahui serta enilai sejauh mana materi yang diajarkannya telah dikuasai oleh siswa (Rooijakkers, 1984:23).

  •  PEMODELAN (MODELING)

Dalam sebuah pelajaran selalu ada model yang bisa ditiru. Guru memberi model tentang  bagaimana cara belajar. Dalam pendekatan CTL, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Model juga dapat di datangkan dari luar (Guru tamu)

  • PRESENTASI

Metode presentasi adalah metode pengungkapan ide, gagasan, perasaan di depan umum oleh satu atau lebih presenter dengan menyertakan naskah makalah atau tidak. Bagi kebanyakan orang metode presentasi menuntut adanya pembuatan ringkasan dari sekian masalah yang akan dipaparkannya. Tujuannya adalah melatih siswa mengembangkan keaktifan dan kemampuan berfikir serta cara berfikir kritis dan analitis

  • RESITASI (PEMBERIAN TUGAS)

Metode pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas.

Dengan pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena metode pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, baik secara individu atau kelompok. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan batas waktunya, dikumpulkan, diperiksa, dinilai, dan dibahas tentang hasilnya.

  • KARYA WISATA (FIELD STRIP)

Metode Karya Wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Metode field trip atau karya wisata menurut merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis, tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar.

  • EKSPERIMEN

Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Metode eksperimen merupakan suatu metode mengajar yang menggunakan alat dan tempat tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah.

Sama halnya dengan metode-metode lainnya, metode ini juga memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Kelebihan dan kelemahan tersebut menurut Martiningsih (2007) dalam blognya yakni sebagai berikut.

  •  TANYA JAWAB

Metode tanya jawab adalah suatu cara untuk emnyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya (pertanyaan dari siswa yang harus dijawab oleh guru) baik secara lisan atau tertulis. Pertanyaan yang diajukan mengenai isi pelajaran yang sedang diajarkan guru atau pertanyaan yang lebih luas, asal berkaitan dengan pelajaran atau pengalaman yang dihayati. Melalui dengan tanya jawab akan memperluas dan memperdalam pelajaran tersebut.

  • PANEL

Metode Panel yaitu cara pembahasan suatu masalah melalui kegiatan diskusi yang dilakukan oleh beberapa ahli dari berbagai keahlian dihadapan warga belajar.

  • DEBATE

Metode Forum (debate) adalah cara pembelajaran yang dilakukan melalui diskusi terbuka yang disampaikan oleh beberapa nara sumber dengan topik masalah yang kontroversional.

Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.

Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.

  • TEBAK KATA

Metode ini berguna untuk kelas yang aktif dalam kelas. Pengertian aktif terdapat 2 (dua) macam; 1) aktif dalam arti selalu atau suka berbicara meski tidak dalam pembelajaran, 2) aktif dalam arti siswa mau dan mampu berfikir dan bertanya jika menemukan kesulitan. Dalam buku Cooperative Learning PAIKEM oleh Agus Suprijono menjelaskan pembelajaran aktif yaitu; Pembelajaran adalah proses belajar dengan menempatkan peserta didik sebagai center stage performance,dengan proses pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat merespon pemelajaran dengan suasana yang menyenangkan. Sedangkan aktif adalah siswa atau peserta didik mampu dan dapat bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Maka dari itu, berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar atau tidak terbatas pada empat dinding kelas. Melainkan pembelajaran dapat terlaksana dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta terhadap lingkungan sekitar.

Sedikit contoh metode Pembelajaran Aktif yaitu dengan Metode Tebak kata (langkah-langkahnya):

  1. Menjelaskan kompetensi yang akan dicapai atau materi ± 45 menit.
  2. Siswa berdiri di depan kelas berpasang-pasangan (siswa A dan Siswa B)
  3. Siswa A mendapat kartu A (10 x 10 cm) berisi pertanyaan kemudian membacakan isi kartu tersebut untuk pasangannya. Siswa B di beri kartu B (5 x 2 cm) berisi jawaban ditempelkan di dahi atau dimanapun sehingga tidak bisa dibaca/ dilihat.
  4. Sementara siswa A membacakan pertanyaan yang ada di kartu A dan siswa B menjawab. Jawaban tepat apabila sesuai dengan isi kartu B.
  5. Apabila jawaban itu tepat maka kelompok tersebut boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan pertanyaan/ kata-kata lain dengan tidak melihat jawaban.
  6. Dan seterusnya.
  •  OBSERVASI (PENGAMATAN)

Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisa dan mengadakan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung.

Cara atau metode ini ditandi pada umumnya dengan pengamatan apa yang benar-benar dilakukan oleh individu dan membuat pencatatan-pencatatan secara obyektif mengenai apa yang diamati.

  •  MENGARANG (EKSPRESI)

Yaitu metode belajar mengajar untuk mendorong dan membuat siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan menciptakan suatu alternatif dari pokok masalah (thema) yang mengandung nilai-nilai tertentu.

  •  METODE PARTISIPATORIK

Metode partisipatorik adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa diikutsertakan dalam kegiatan yang sebenarnya dalam kehidupan masyarakat.

Metode ini dianjurkan untuk dipergunakan dalam mengajarkan konsep yang diperkirakan memerlukan keterampilan siswa serta diperhitungkan bahwa konsep tersebut akan banyak kegunaan praktisnya bagi siswa.

Salah satu tuntutan metode ini adalah guru harus memiliki relasi yang banyak dalam masyarakat, atau setidak-tidaknya sekolah dapat membantu komunikasi dengan masyarakat tersebut.

  •  METODE PROYEK

Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya. Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar.

  • DISCOVERY

Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery, hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif, (b) Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa, (c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain, (d) Dengan menggunakan strategi penemuan, anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri, (e) dengan metode penemuan ini juga, anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengertian Profitabilitas dan Likuiditas

  • Profitabilitas

Profitabilitas yaitu kemampuan suatu bank dalam menghasilkan laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut (Riyanto, 1998:36).

  • Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan bank dalam melunasi kewajiban yang ditagih sewaktu-waktu (Rakub, 2003:58). Likuiditas sangat penting bagi kreditor jangka panjang dan para pemegang saham yang akhirnya ingin mengetahui prospek dari deviden dan pembayaran bunga di masa  yang akan datang.

Hubungan Likuiditas dan Profitabilitas dalam Bank

Jika sebuah bank mempunyai profitabilitas bagus maka kelangsungan hidup bank tersebut akan terjamin. Namun sebaliknya jika bank mempunyai profitabilitas buruk maka kelangsungan hidup bank tidak akan bertahan lama. karena bank tersebut tidak mampu untuk memenuhi biaya-biaya operasional. Selain itu minimnya tingkat profitabilitas, juga akan berdampak sulitnya bank untuk mengembangkan usahanya.

Namun untuk mendapatkan keuntungan, bank harus mengorbankan likuiditas, sebaliknya jika bank menginginkan likuiditas, maka kesempatan umtuk mendapat keuntungan akan hilang.

Adanya trade-off antara likuiditas dengan profitabilitas, didasarkan pada argumen bahwa investasi pada pendanaan jangka pendek memberi efek yang berlawanan terhadap likuiditas dan profitabilitas. Investasi pada aset lancar (liquid assets) walaupun akan meningkatkan likuiditas, namun tidak dapat menghasilkan keuntungan (profit) sebanyak investasi pada aset tetap. Pendanaan yang berasal dari kewajiban lancar walaupun lebih murah dan lebih menjanjikan dari segi laba, namun lebih berisiko.

BAB I

PENDAHULUAN

 

Keberadaan suatu lembaga atau perusahaan, tidak akan terlepas dari proses pencatatan akuntansi. Setiap lembaga atau perusahaan berkewajiban melakukan pencatatan atas aktivitas-aktivitas akuntansi yang terjadi dalam perusahaan yang selanjutnya disajikan dalam bentuk laporan akuntansi atau laporan keuangan. Laporan tersebut disajikan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dana serta aset perusahaan yang dikelola oleh manajemen perusahaan kepada pemilik perusahaan atau pemegang saham dan sebagai sarana atau media utama bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Seperti telah diketahui, konsep akuntansi konvensional yang telah diterapkan di Indonesia maupun sebagai standar internasional selama ini merupakan adopsi pada barat dan budaya kapitalis yang hanya mengandalkan materi dan duniawi.

Dengan semakin berkembangnya pola pikir manusia yang tidak hanya mengedepankan kepentingan duniawi, maka dirasa perlu untuk menyeimbangkannya dengan kepentingan ukhrawi. Akhir-akhir ini terjadi suatu peningkatan terhadap kajian bidang akuntansi menuju  akuntansi dalam perspektif Islami atau akuntansi syariah. Beberapa isu yang mendorong munculnya akuntansi syariah adalah masalah harmonisasi standar akuntansi internasional di negara-negara Islam, usulan pemformatan laporan badan usaha Islami (Baydoun dan Willett, dalam Muhammad, 2003:77), dan kajian ulang filsafat tentang konstruksi etika dalam pengembangan teori akuntansi sampai pada masalah penilaian (asset) dalam akuntansi. Masalah penting yang perlu diselesaikan adalah perlunya akuntansi syariah yang dapat menjamin terciptanya keadilan ekonomi melalui formalisasi prosedur, aktivitas, pengukuran tujuan, kontrol dan pelaporan yang sesuai dengan prinsip syariah… (Muhammad, 2003:79).

Akuntansi syariah muncul untuk menyeimbangkan. Triyuwono (2006:320) mengungkapkan bahwa secara filosofis teori Akuntansi Syariah  memiliki beberapa prinsip (Kuntowidjojo 1991, Triyuwono 1995; 2000a; 2000b). Teori tersebut menyatakan bahwa Akuntansi Syariah bertujuan untuk terciptanya peradaban dengan wawasan humanis, emansipatoris, transedental dan teological. Humanis berarti bersifat manusiawi, sesuai dengan fitrah manusia, dan dapat dipraktekkan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk Tuhan yang selalu berinteraksi dengan orang lain secara dinamis. Emansipatoris, yaitu mampu melakukan perubahan-perubahan yang signifikan terhadap teori dan praktek akuntansi yang modern. Transedental berarti melintas batas disiplin ilmu akuntansi itu sendiri. Sedangkan teological, diartikan bahwa akuntansi tidak sekedar memberikan informasi untuk pengambilan keputusan, tetapi juga wujud pertanggungjawaban manusia kepada Tuhannya, sesama manusia, dan alam semesta.

Teological sebagai sifat penyeimbang dari tujuan akuntansi konvensional sehingga akuntansi tidak hanya membentuk suatu hubungan secara horizontal saja yaitu hubungan antara manusia dengan sesamanya, tetapi juga hubungan secara vertikal yaitu tanggungjawab manusia pada Tuhan. Hal ini berarti bahwa untuk mewujudkan cara pandang yang sadar akan hakekat diri manusia dan tanggung jawabnya kelak di hadapan Allah. Adapun ciri akuntansi syariah adalah: 1)Menggunakan nilai-nilai etika sebagai dasar penggunaan akuntansi, 2)Memberikan arah pada atau menstimulasi timbulnya perilaku etis, 3) bersikap adil terhadap semua pihak, 4) Menyeimbangkan sifat egoistic dengan altruistic, dan 5) Mempunyai kepedulian terhadap lingkungan.

Terdapat tiga gambaran kontradiktif menurut pandangan Islam (Muhammad, 2003:79). Pertama, akuntansi konvensional didasari oleh penolakan agama (syariah). Bagi orang Muslim, syariah merupakan suatu kekuatan petunjuk yang mengarahkan seluruh aspek kehidupan manusia dan mempertanggungjawabkan secara penuh kepada Tuhan. Kedua, kepercayaan dan nilai dasar akuntansi konvensional yang berdasarkan pada konsep kepentingan pribadi tanpa memperdulikan kepentingan sosial. Ketiga, akuntansi konvensional mempercayai bahwa manusia tidak memiliki konsepsi inheren mengenai keadilan tetapi manusia memiliki sifat pengambil peluang.

Kerangka konseptual pelaporan keuangan yang menggunakan paradigma syariah merupakan hal yang sangat unik  yang diperoleh dari hukum “langit”, bukan sekedar hukum buatan manusia. Oleh karena itu akuntansi syariah tidak saja sebagai bentuk akuntabilitas (accountability) manajemen terhadap pemilik perusahaan (stockholders), tetapi juga sebagai akuntabilitas kepada stakeholders dan Tuhan (Triyuwono, 2001:137).

Munculnya perusahaan atau perbankan yang berbasis syariah menuntut adanya perangkat akuntansi perusahaan yang berdasarkan syariah. Telah beroperasinya bisnis berbasis syariah tentu akan menuntut adanya praktek akuntansi yang dapat mengkover persoalan-persoalan ekonomi dan akuntansi yang sesuai dengan syariah.  Akuntansi merupakan salah satu sarana utama kalau tidak satu-satunya yang lazim dipakai sebagai jembatan untuk menilai salah satu unsur yang sangat mendasari ekonomi Islam, yakni keadilan (Adnan, 1995:47).

Salah satu aspek yang mendorong akuntansi dengan perspektif Islam atau akuntansi syariah di Indonesia adalah dengan munculnya perbankan syariah.  Bank syariah dalam usahanya memberikan pembiayaan dan jasa lainnya selalu berlandaskan pada prinsip syariah, antara lain dengan tidak menggunakan sistem bunga untuk aktivitas perbankannya. Karena bunga merupakan jenis riba yang diharamkan dalam Islam. Riba merupakan salah satu hal yang dilarang dalam Islam, karena juga termasuk dalam kategori mengambil atau memperoleh harta dengan cara yang tidak benar (Triyuwono & As’udi, 2001:63). Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 278-279 yaitu:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa-sisa riba, jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (perintah itu), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.

Kegiatan operasional pada bank syariah terdiri dari kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana. Selain itu juga ada jasa-jasa perbankan lain yang disediakan oleh bank syariah. Dalam melaksanakan kegiatan penghimpunan dana, bank syariah menerima simpanan dari masyarakat. Sedangkan dalam rangka penyaluran dana, bank syariah memberikan jasa dalam bentuk pembiayaan. Pembiayaan pada bank syariah merupakan salah satu tulang punggung kegiatan perbankan karena dari situlah perbankan dapat bertahan hidup dan berkembang. Dalam melaksanakan kegiatan penyaluran dana, bank syariah melakukan investasi dan pembiayaan.

Terdapat beberapa pembiayaan yang ditawarkan oleh bank syariah. Salah satu produk yang ditawarkan oleh bank syariah adalah pembiayaan mudharabah. Pembiayaan ini menggunakan sistem bagi hasil antara nasabah dengan bank dalam pembagian keuntungannya sesuai dengan nisbah yang disepakati pada saat akad. Pembiayaan mudharabah berbeda dengan produk pembiayaan yang ditawarkan oleh bank konvensional. Pada pembiayaan mudharabah diterapkan keadilan, kejujuran dan transparansi dari kedua belah pihak. Hubungan antara bank dan nasabah tidak hanya sebagai debitor dengan kreditor saja, tetapi hubungan keduanya diakui sebagai mitra kerja yang lebih dekat dan lebih humanis. Adapun yang dimaksud dengan prinsip bagi hasil dalam peraturan pemerintah adalah prinsip muamalat berdasarkan syariat dalam melakukan kegiatan usaha bank. Muamalah diartikan sebagai kegiatan jual beli, utang piutang, dsb. (Jasman, 2004:22). Nilai tambah itulah yang mengakibatkan bank syariah semakin diminati oleh masyarakat.

Pembiayaan mudharabah membutuhkan kerangka akuntansi yang menyeluruh yang dapat menghasilkan pengukuran akuntansi yang tepat dan sesuai sehingga dapat mengkomunikasikan informasi akuntansi secara tepat waktu dengan kualitas yang dapat diandalkan serta mengurangi adanya perbedaan perlakuan akuntansi antara bank syariah yang satu dengan yang lain. Perbedaan perlakuan tersebut akan mengakibatkan dampak terhadap hal keadilan dalam menentukan laba bagi pemegang saham dan depositor.

Pada saat akad penyaluran pembiayaan mudharabah harus terdapat kepastian mengenai persentase perolehan hasil dari keuntungan usaha yang dibiayai. Bank harus menetapkan mekanisme perhitungan yang jelas tentang persentase bagi hasil keuntungan usaha yang kesemuanya lebih merupakan kebijakan bisnis bank yang bersangkutan sehingga dalam pelaksanaannya dapat berbeda dari tiap-tiap bank syariah. Besarnya keuntungan yang dibagikan kepada masing-masing pihak tergantung dari kesepakatan pada saat transaksi atau akad dilaksanakan.

Pada penerapan sistem syariah, tentu mempunyai sistem perlakuan akuntansi yang berbeda dengan perlakuan akuntansi konvensional pada umumnya.

Kebutuhan dalam menetapkan metode pengukuran akuntansi, terutama pembiayaan mudharabah harus disesuaikan dengan peraturan perbankan dan ketentuan-ketentuan syariah yang telah diatur.

Dengan terbitnya PSAK No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia, telah membawa era baru bagi industri keuangan di tanah air yang berprinsip syariah. PSAK No. 59 telah menjadi peraturan dan standar yang baku bagi operasional perbankan syariah di Indonesia sehingga dapat dijadikan pedoman bagi lembaga keuangan dan perbankan syariah. Walaupun demikian, PSAK No. 59 tersebut dinilai sistem yang dianut masih belum konsisten dengan jiwa syariah karena masih mengadopsi filosofi akuntansi konvensional/kapitalis yang menggunakan accrual basis (Jasman, 2004:12).

Seperti telah diketahui, bahwa PSAK No. 59 diterbitkan pada tanggal 1 Mei 2002 dan mulai diberlakukan secara efektif di Indonesia tanggal 1 Januari 2003. Adapun keberadaan bank syariah di Indonesia dimulai sejak tahun 1992 yaitu dipelopori oleh Bank Muamalat Indonesia. Pada masa sebelum terbitnya PSAK No. 59 sebagai standar yang baku bagi bank syariah yang menggunakan sistem accrual basis, bank-bank syariah di Indonesia menggunakan sistem cash basis modifikasi. Sistem cash basis digunakan untuk kepentingan pengakuan pendapatan atas aktiva produktif saja, sedangkan accrual basis digunakan untuk pengakuan pendapatan atas aktiva tetap, aktiva lain, dan beban.

Pembiayaan Mudharabah, yang merupakan salah satu produk perbankan syariah dengan prinsip bagi hasil, bisa dimungkinkan pula telah mengalami perubahan perlakuan akuntansi akibat diberlakukannya PSAK No. 59 Tahun 2003 tentang Akuntansi Perbankan Syariah tersebut.

 

BAB II

PEMBAHASAN AKUNTANSI MUDHARABAH

 

  1. A.    DEFINISI

Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan usaha dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pengelola dana.

Mudharabah muthlaqah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya.

Mudharabah muqayyadah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola dana, antara lain mengenai tempat, cara dan atau obyek investasi.

Mudharabah musytarakah adalah bentuk mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerjasama investasi.

  1. B.     DASAR HUKUM

Pada dasarnya mudharabah dikategorikan kedalam salah satu bentuk Musyarakah, namun para cendekiawan fikih islam meletakkan Mudharabah dalam posisi yang khusus dan memberikan landasan hukum yang tersendiri.

Al-Qur’an

Ayat-ayat Al-Qur’an yang dapat dijadikan rujukan dasar akad transaksi al-mudharabah adalah : ”Dan sebagian dari mereka orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah swt.” (QS. Al-Muzammil : 20)

Mudharib sebagai enterpreneur adalah sebagian dari orang-orang yang melakukan (dharb) perjalanan untuk mencari karunia Allah swt dari keuntungan investasinya.

Di tempat lain dalam Al-Qur’an kita masih memiliki ayat-ayat yang senada misalnya : ”Apabila telah ditunaikan sembahyang maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah swt.” (QS. Al-Jum’ah : 10)

“Tidak ada dosa (halangan) bagi kamu untuk mencari karunia dari Tuhanmu” (QS. Al-Baqarah : 198)

Hadist
Hadist Rasulullah yang dapat dijadikan rujukan dasar akad transaksi al-mudharabah adalah :

”Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwasanya Sayidina Abbas jikalau memberikan dana ke mitra usahanya secara mudharabah, ia mensyaratkan agar dananya tidak dibawa mengarungi lautan, menuruni lembah yang berbahaya, atau membeli ternak yang berparu-paru basah, jika menyalahi peraturan maka yang bersangkutan bertanggungjawab atas dana tersebut. Disampaikannya syarat-syarat tersebut ke Rasulullah saw. Dan diapun memperkenalkannya (Hadist dikutip oleh imam Alfasi dalam Majma Azzawaid 4/161)

“Dari Suhaib r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : Tiga perkara di dalamnya terdapat keberkatan (1) menjual dengan pembayaran secara kredit (2) muqaradhah (nama lain dari mudharabah) (3) mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah dan bukan untuk dijual. (HR. Ibnu Majah)”

Ijma
Imam Zailai dalam kitabnya Nasbu ar-Rayah (4/13) telah menyatakan bahwa para sahabat telah berkonsensus akan legitimasi pengolahan harta anak yatim secara mudharabah. Kesepakatan para sahabat ini sejalan spirit hadist yang dikutip oleh Abu Ubaid dalam kitabnya Al-Amwal (454) : ”Rasulullah saw telah berkhotbah di depan kaumnya seraya berkata wahai para wali yatim, bergegaslah untuk menginvestasikan harta amanah yang ada di tanganmu janganlah didiamkan sehingga termakan oleh zakat”. Indikasi dari hadist ini adalah apabila menginvestasikan harta anak yatim secara mudharabah sudah dianjurkan, apalagi mudharabah dalam harta sendiri. Adapun pengertian zakat di sini adalah seandainya harta tersebut diinvestasikan, maka zakatnya akan diambil dari keuntungan bukan dari modal. Dengan demikian harta amanat tersebut senantiasa berkembang, bukan berkurang.

  1. C.    SYARAT-SYARAT MUDHARABAH
    1. Modal
  • Modal harus dinyatakan dengan jelas jumlahnya. Seandainya modal dalam bentuk barang maka harus ditaksir harga pasarnya.
  • Modal harus dalam bentuk tunai dan bukan piutang.
  • Modal harus diserahkan kepada mudharib, untuk memungkinkannya melakukan usaha.
  1. Keuntungan
  • Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam prosentase dari keuntungan yang mungkin dihasilkan nanti.
  • Kesepakatan rasio prosentase harus dicapai melalui negosiasi dan dituangkan dalam kontrak.
  • Pembagian keuntungan baru dapat dilakukan setelah mudharib mengembalikan seluruh (atau sebagian) modal kepada Rab al-mal.

Mengacu pada syarat terakhir dalam keuntungan, dana mudharab pada pelaksanaannya hampir menyerupai dana kredit dari pihak pemberi dana (financer).
Mudharib pada hakikatnya memegang empat jabatan fungsionaris yaitu :

  1. Mudharib.

Yang melakukan dharb, perjalanan dan pengelolaan usaha, dan dharb ini merupakan saham penyertaan dari padanya.

  1. Wakil.

Manakala berusaha atas nama perkongsian yang dibiayai oleh shahib al-mal. Hal ini tampak jelas sekali terutama dalam mudharabah al-muqayyadah (mudharabah terbatas).

  1. Syarik.

Partner penyerta, karena dia berhak untuk menyertai shahib al-mal dalam keuntungan usaha.

  1. Pemegang amanat.

Yaitu dana mudharabah dari shahib al-mal, dimana ia dituntut untuk menjaganya dan mengusahakan dalam investasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama, termasuk mengembalikan modal ketika usaha sudah selesai.

 

  1. D.    KARAKTERISTIK

Entitas dapat bertindak baik sebagai PEMILIK DANA atau PENGELOLA DANA.

Mudharabah terdiri dari mudharabah muthlaqah, mudharabah muqayyadah, dan mudharabah musytarakah. Jika entitas bertindak sebagai pengelola dana, dana yang diterima disajikan sebagai dana syirkah temporer.

Dalam mudharabah muqayadah, contoh batasan antara lain:

  • Tidak mencampurkan dana pemilik dana dengan dana lainnya.
  • Tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan, tanpa penjamin, atau tanpa jaminan.
  • Mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga.

Pada prinsipnya dalam penyaluran mudharabah tidak ada jaminan, namun agar pengelola dana tidak melakukan penyimpangan maka pemilik dana dapat meminta jaminan dari pengelola dana atau pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad.

Pengembalian dana syirkah temporer dapat dilakukan secara parsial bersamaan dengan distribusi bagi hasil atau secara total pada saat akad mudharabah diakhiri.

Jika dari pengelolaan dana syirkah temporer menghasilkan keuntungan maka porsi jumlah bagi hasil untuk pemilik dana dan pengelola dana ditentukan berdasarkan nisbah yang disepakati dari hasil usaha yang diperoleh selama periode akad. Jika dari pengelolaan dana syirkah temporer menimbulkan kerugian maka kerugian finansial menjadi tanggungan pemilik dana.

  1. E.     PRINSIP PEMBAGIAN HASIL USAHA

Pembagian hasil usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil atau bagi laba.

Dalam prinsip bagi hasil usaha berdasarkan bagi hasil, dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset).

Sedangkan dalam prinsip bagi laba, dasar pembagian adalah laba bersih yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan modal mudharabah.

  1. F.     PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
  • ENTITAS SEBAGAI PEMILIK DANA

Dana syirkah temporer yang disalurkan oleh pemilik dana diakui sebagai investasi mudharabah pada saat pembayaran kas atau penyerahan aset nonkas kepada pengelola dana.

Pengukuran investasi mudharabah adalah sebagai berikut:

a)      Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang diberikan pada saat pembayaran.

b)      Investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat penyerahan :

  • Jika nilai wajar lebih rendah daripada nilai tercatatnya diakui sebagai kerugian.
  • Jika nilai wajar lebih tinggi daripada nilai tercatatnya diakui sebagai keuntungan tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu akad mudharabah.

Jika nilai investasi mudharabah turun sebelum usaha dimulai disebabkan rusak, hilang atau faktor lain yang bukan kelalaian atau kesalahan pihak pengelola dana, maka penurunan nilai tersebut diakui sebagai KERUGIAN dan mengurangi saldo investasi mudharabah.

Jika sebagian investasi mudharabah hilang setelah dimulainya usaha tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pengelola dana, maka kerugian tersebut diperhitungkan pada saat bagi hasil.

Usaha mudharabah dianggap mulai berjalan sejak dana atau modal usaha mudharabah diterima oleh pengelola dana.

Dalam investasi mudharabah yang diberikan dalam bentuk barang (nonkas) dan barang tersebut mengalami penurunan nilai pada saat atau setelah barang dipergunakan secara efektif dalam kegiatan usaha mudharabah, maka kerugian tersebut tidak langsung mengurangi jumlah investasi namun diperhitungan pada saat pembagian bagi hasil.

Kelalaian atas kesalahan pengelola dana, antara lain, ditunjukkan oleh:

a)      persyaratan yang ditentukan di dalam akad tidak dipenuhi;

b)      tidak terdapat kondisi di luar kemampuan (force majeur) yang lazim dan/atau yang telah ditentukan dalam akad; atau

c)      hasil keputusan dari institusi yang berwenang.

Jika akad mudharabah berakhir sebelum atau saat akad jatuh tempo dan belum dibayar oleh pengelola dana, maka investasi mudharabah diakui sebagai piutang jatuh tempo.

PENGHASILAN USAHA

Jika investasi mudharabah melebihi satu periode pelaporan, penghasilan usaha diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati.

Kerugian yang terjadi dalam suatu periode sebelum akad mudharabah berakhir diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan kerugian investasi. Pada saat akad mudharabah berakhir, selisih antara:

a)      Investasi mudharabah setelah dikurangi penyisihan kerugian investasi.

b)      Pengembalian investasi mudharabah.

diakui sebagai keuntungan atau kerugian.

Pengakuan penghasilan usaha mudharabah dalam praktik dapat diketahui berdasarkan laporan bagi hasil atas realisasi penghasilan usaha dari pengelola dana. Tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi hasil usaha.

Kerugian akibat kelalaian atau kesalahan pengelola dana dibebankan pada pengelola dana dan tidak mengurangi investasi mudharabah.

Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutang jatuh tempo dari pengelola dana.

  • ENTITAS SEBAGAI PENGELOLA DANA

Dana yang diterima dari pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana syirkah temporer sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang diterima. Pada akhir periode akuntansi, dana syirkah temporer diukur sebesar nilai tercatat.

Jika entitas menyalurkan dana syirkah temporer mutlaqah yang diterima maka entitas mengakui sebagai aset.

Jika entitas menyalurkan dana syirkah temporer muqayadah yang diterima maka entitas tidak mengakui sebagai aset, karena entitas tidak memiliki hak untuk menggunakan aset atau melepas aset tersebut kecuali sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh pemilik dana.

Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diumumkan dan belum dibagikan kepada pemilik dana diakui sebagai kewajiban sebesar bagi hasil yang menjadi porsi hak pemilik dana.

Kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian pengelola dana diakui sebagai beban pengelola dana.

  1. G.    MUDHARABAH MUSYTARAKAH

Jika entitas juga menyertakan modal dalam mudharabah musytarakah maka penyaluran modal milik entitas diakui sebagai investasi mudharabah.

Akad mudharabah musytarakah merupakan perpaduan antara akad mudharabah dan akad musyarakah.

Dalam mudharabah musytarakah, pengelola dana (berdasarkan akad mudharabah) menyertakan juga modalnya dalam investasi bersama (berdasarkan akad musyarakah).  Pemilik modal musyarakah (musytarik) memperoleh bagian hasil usaha sesuai porsi modal yang disetorkan.

Pembagian hasil usaha antara pengelola dana dan pemilik dana dalam mudharabah adalah sebesar hasil usaha musyarakah setelah dikurangi porsi pemilik dana sebagai pemilik modal musyarakah.

  1. H.    PENYAJIAN

Pemilik dana menyajikan investasi mudharabah dalam laporan keuangan sebesar nilai tercatat.

Pengelola dana menyajikan transaksi mudharabah dalam laporan keuangan, tetapi tidak terbatas, pada:

a)      dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar jumlah nominalnya untuk setiap jenis mudharabah;

b)      bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan dan telah jatuh tempo tetapi belum diserahkan kepada pemilik dana disajikan kewajiban; dan

c)      bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum jatuh tempo disajikan dalam pos bagi hasil yang belum dibagikan.

  1. I.       PENGUNGKAPAN

Pemilik dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah, tetapi tidak terbatas, pada:

a)      rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnya.

b)      penyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode berjalan.

c)      pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

Pengelola dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah, tetapi tidak terbatas, pada:

a)      Dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnya.

b)      Penyaluran dana yang berasal dari mudharabah muqayadah.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.